Investasi Raksasa Masuk ke Kawasan Nongsa
SIBERNKRI.COM – Badan Pengusahaan (BP) Batam membawa kabar baik bagi industri teknologi nasional. Pihak otoritas melaporkan masuknya komitmen investasi senilai US$5 miliar atau sekitar Rp88 triliun. Angka fantastis ini mengalir untuk proyek pusat data kecerdasan buatan (AI data centre).
Proyek high-density AI data centre ini akan berlokasi di kawasan Nongsa, Batam. PT Equator Gate System Batam (EGSB) bertindak sebagai pengembang utama proyek tersebut. Perusahaan asal Cina ini mendapat dukungan penuh dari Range Intelligent Computing Technology Company Limited.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyambut baik proyek besar tersebut. Komitmen ini membuktikan kesiapan Batam dalam membangun ekosistem digital berstandar global. Batam kini siap bersaing di kancah internasional.
“Investasi AI data center ini menjadi momentum percepatan transformasi ekonomi Batam,” ujar Li Claudia dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026). Infrastruktur modern ini akan menempati lahan seluas 30 hektare di wilayah Teluk Mata Ikan.

Jaminan Pasokan Energi Tanpa Interupsi
Fasilitas baru ini sekaligus menjadi basis ekspansi internasional pertama bagi Range IDC di luar Cina. BP Batam bergerak cepat untuk memastikan kelancaran realisasi investasi strategis tersebut. Langkah awal terwujud melalui pemenuhan kebutuhan energi listrik.
BP Batam resmi memfasilitasi penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBTL). Kerja sama ini melibatkan PT PLN Batam dan pihak EGSB selaku investor. Kontrak ini menjamin kepastian pasokan daya listrik dalam jangka panjang.
Otoritas menekankan pentingnya suplai daya tanpa interupsi bagi industri teknologi. Keandalan energi menjadi indikator utama daya tarik bagi para investor global. Gangguan listrik sekecil apa pun bisa berdampak buruk bagi operasional pusat data.
Skema Cepat dan Dampak Ekonomi Lokal
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyiapkan langkah taktis. Pihaknya bakal menerapkan skema fast-track execution untuk memotong jalur birokrasi. Skema ini akan mempercepat realisasi fisik pembangunan di lapangan.
Fary menilai proyek EGSB ini akan bertindak sebagai jangkar investasi (anchor investment). Kehadiran pusat data ini berpotensi menarik masuknya berbagai rantai industri turunan. Industri komputasi awan, ekosistem semikonduktor, hingga layanan AI global diprediksi segera menyusul.
“Batam sedang bertransformasi menjadi pusat eksekusi bagi industri digital global,” pungkas Fary dengan optimistis.
Proyek ini juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal. Operasional pusat data ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 800 tenaga kerja profesional. Pihak pengembang akan bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat untuk menjaring talenta digital terbaik.
