CyberNKRI.Com – Fenomena film dokumenter bertajuk Pesta Babi belakangan ini tengah mencuri perhatian publik dan viral di berbagai platform media sosial. Banyak netizen yang berburu informasi mengenai durasi penayangan serta akses legal untuk menonton karya audiovisual yang mengangkat isu sensitif tersebut. Namun di balik tingginya rasa penasaran masyarakat, film ini justru menuai protes keras dari salah satu tokoh yang muncul di dalamnya.

Yasinta Moywen, atau yang akrab disapa Mama Sinta, seorang warga dari Distrik Ilwaya, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, mengungkapkan kekecewaan mendalam. Ia dengan tegas menuntut agar penayangan film Pesta Babi segera dihentikan.

Berikut adalah poin-poin utama kekecewaan dan tuntutan yang disampaikan oleh Mama Sinta:
Perekaman Tanpa Izin: Mama Sinta mengaku kaget saat melihat dirinya ditampilkan dalam film tersebut ketika diputar di Jayapura. Ia menegaskan tidak pernah memberikan izin atau mengetahui bahwa dirinya direkam untuk kepentingan pembuatan film komersial/dokumenter tersebut.
Merasa Dimanfaatkan dan Dibohongi: Ia merasa diperalat oleh pihak-pihak tertentu yang membawanya bepergian ke Jakarta, Bogor, dan Makassar dengan dalih aksi perjuangan. Nyatanya, Mama Sinta mengaku tidak mendapatkan manfaat apa pun. Bahkan, permintaan mendasarnya seperti rumah yang layak atau bantuan ponsel (HP) tidak pernah dipenuhi.
Ketidaktahuan Isi Film: Saat diajak dalam proses pengambilan gambar, Mama Sinta mengira agenda tersebut adalah kegiatan pemotongan babi yang sesungguhnya. Ia sama sekali tidak paham bahwa dirinya dijadikan subjek utama dalam film berjudul Pesta Babi.
Tuntutan Penghentian Tayang: Karena wajahnya digunakan tanpa persetujuan (consent) serta tanpa kompensasi yang layak, Mama Sinta merasa diperlakukan layaknya boneka atau pajangan ukiran tanpa hak suara. Ia mendesak agar film tersebut segera ditarik dari peredaran.
“Saya sekarang sudah sadar dan tidak ingin lagi terlibat dalam kegiatan-kegiatan seperti itu setelah merasa diperalat oleh pihak yang membawa saya,” tegas Mama Sinta.
Hingga berita ini diturunkan, perbincangan mengenai keabsahan izin produksi film dokumenter Pesta Babi masih terus bergulir dan memicu perdebatan hangat di jagat maya.

